Deskripsi Diri

Di semeter 8 ini, Saya mengambil mata kuliah wajib Psikologi Komunikasi. Lagi-lagi tentang psikologi. Semester 3 Saya juga telah mengambil mata kuliah pilihan Psikologi Terapan. Dari dulu sampai sekarang Saya masih ga ngerti sama cara pandang seorang psikolog. Padahal ibu Saya itu seorang psiikolog pendidikan loh. Pantes perasaan dari dulu berasa ga ngerti sama cara pandang ibu Saya *ups*.

Lucunya di matakuliah ini, kami mendapat tugas untuk menceritakan mengenai deskripsi diri pribadi. Dan harus membacakan di depan kelas *what?*. Katanya, ketika kita menulis tentang pribadi yang kita yakini dan kita cocokan dengan apa yang dilihat orang lain, akan membuat kita lebih mengenal diri kita sendiri. Menarik.

Ini Saya lampirkan tugas deskripsi diri Saya. Biar suatu saat, ketika Saya membaca kembali post ini bisa mengingatkan tentang diri Saya di tahun 2012 ini, di umur 22 Tahun. Harus bisa jadi orang yang lebih baik dan bermanfaat. Amiin 🙂

Nama Saya Anita Suci Wulanda, yang artinya wanita yang lahir di bulan suci karena pada saat itu merupakan bulan suci Ramadhan. Saya berasal dari keluarga suku sunda, anak ketiga dari empat bersaudara. Mungkin karena Saya bukan anak pertama, Saya merasa tidak punya rasa kepemimpinan yang dominan, tetapi saya cukup bisa mengurus diri saya sendiri. Ya walaupun belum bisa dibilang seseorang yang mandiri, setidaknya Saya bukanlah seseorang yg manja.

Sedari SD saya dipanggil dengan panggilan “nene” oleh teman-teman saya. Selain karena faktor kacamata, juga karena saya orang yang sangat pelupa. Saya harus menuliskan apa yang harus saya lakukan, apa yang harus saya beli, dan semua agenda saya. Tapi lucunya, kadang Saya juga lupa untuk membaca agenda saya tersebut, sehingga jadinya tetap saja kadang suka ada yang terlewat. Kebiasaan menggunakan agenda sedari SMP tersebut ternyata juga mempunyai dampak buruk, yaitu ingatan saya menjadi semakin tidak terasah.

Sedari kecil juga, saya tidak mempunyai rasa kepercayaan diri yang tinggi. Saya juga lebih sering pesimis daripada optimis. Kedua hal tersebut menyebabkan saya sangat mudah untuk terbawa arus atau terpengaruh oleh orang lain. Misalnya ketika saya mempunyai suatu cita-cita, dan seseorang meragukan cita-cita saya tersebut, saya akan ikut menjadi ragu. Saya merasa saya seperti spons, yang selalu menyerap air yang ada di sekitarnya. Berbagai pemikiran orang lain akan dengan mudah masuk dan memengaruhi pemikiran saya juga.

Sifat lain dari diri saya yang juga selalu membuat saya kesal adalah bahwa saya tidak bisa menutupi perasaan saya sendiri. Ketika saya senang, sedih, marah, malu, atau gugup dan panik, semua ekspresi dapat terbaca dari wajah saya. Sebagaimanapun saya berusaha menutupinya, tetap saja terbaca jelas. Hal tersebut seringkali merugikan saya diberbagai kejadian.

Bila melihat hasil kepribadian, tipe plegmatis merupakan yang paling dominan. Saya cenderung memikirkan resiko dari langkah yang akan saya ambil. Sehingga kadang, saya batal mengambil langkah baru karena saya tidak berani mengambil resiko tersebut. Sedangkan yang dominan lagi adalah sanguinis dan melankolis dengan poin yang sama. Ketika saya sedang berada dalam keramaian, saya bisa menutupi perasaan saya dan menjadi sosok yang ceria. Tetapi ketika saya sedang sendiri, saya bisa menjadi seseorang yang melankolis.

Walaupun uraian Saya ini penuh dengan berbagai kekurangan Saya, setidaknya hal yang positif dari Saya adalah selalu berusaha untuk dapat membanggakan orang tua dan juga dapat bermanfaat bagi semua orang. Cukup sekian dari Saya, Saya juga ingin memohon maaf bila selama ini banyak kekurangan dan kesalahan, terutama bila saya sangat sensitif atau kurang peka terhadap sekitar. Semoga saya bisa menjadi orang yang lebih baik lagi setiap harinya. Terimakasih.

 

Anita Suci Wulanda                            

11608028

Advertisements