Single and Very Happy

Setelah Juli lalu Agustus, dan di Agustus 2012 ini saya genap sudah 2 tahun melajang *ceilah*. Tapi saya yakin semua teman- teman saya di farmasi, ga ada yang menyadari fakta itu. Kenapa? Karena mereka semua tetap bersikap layaknya saya baru jadian kemarin sore.

Pacar saya yang dulu itu cukup terkenal di kalangan temen-temen saya. Serius. Bahkan mungkin yang ga tau nama aja, bakal tetep tau jurusannya atau wajahnya. Mereka punya kebiasaan, selalu memberitahu saya kalau ada informasi tentang si dia. Saya ga pernah meminta mereka, entah siapa yg memulai, tapi yang jelas kebiasaan itu masih ada hingga 2 tahun putus padahal jadian hanya 1 tahun. Amazing.

Mulai dari hal yang kecil, kayak ketemu di jalan, ketemu di kantin, atau seangkot; mereka akan langsung sms atau cerita ketika bertemu saya. Sampai hal yang ekstrim; mengirim foto dia lagi jalan lewat bbm, meng-sms ketika dia ganti profile picture fb, atau mengucapkan selamat lewat sms dan bbm ketika dia terpilih menjadi pejabat di kampus.

Dan yang terbaru adalah ketika hari wisuda kemarin. Tiba-tiba teman saya memanggil saya, “Ne, buka hal 41a buku wisuda!”. Ternyata di halaman itu tercantumkan namanya dalam daftar prestasi. Dan dengan sekejap berita itu menyebar di barisan teman-teman saya. Untung saja namanya ga disebut oleh rektor, saya pastikan seluruh teman-teman saya akan bertepuk tangan dengan senang hati. Doh.

Lalu seperti saya perkirakan, besoknya teman-teman saya menanyakan, “dikasih apa sama dia?”. Padahal saya cuman dikasih selamat doang. Mereka ga ada yang percaya kalau di hari wisuda itu dia bukan PW (Pendamping Wisuda) saya dan saya ga punya PW. Hhuhuu..

Begitulah nasib saya, single tapi ga pernah dianggep single. Hubungan saya dengan dia sebenarnya memang baik-baik saja, tapi bukan macam hubungan yang seperti orang-orang pikirkan. Biasa ajaaa beneran. Ga ada sms setiap hari, ga ada perhatian yang khusus, ga ada ketemuan secara intens. Makin hari pun rasanya makin jauh.

Ketika saya menanyakan ke teman-teman saya alasan mereka, rasanya alasannya memang masuk akal. Hubungan saya dan dia itu bagaikan besi dan magnet. Saya adalah besi yang akan selalu tertarik oleh magnet dengan mudahnya. Tapi memang sayangnya saya tidak dapat menariknya. Dan teman-teman saya bisa melihat itu. Mereka melihat bagaimanapun akan selalu ada sesuatu di antara kami.

Anggapan teman-teman memang tidak sepenuhnya salah. Tapi sayangnya hubungan saya dan dia ga akan pernah berhasil sampai saya bisa berubah menjadi magnet berlawanan kutub dengannya. Until he can lean on me, he can trust me, and he needs me.*curhat* hahaha.

Dan sebenarnya saya sudah berubah menjadi lebih tangguh loh teman-teman. Stronger than ever. Sedikit demi sedikit sekarang saya sudah berubah menjadi magnet juga, tetapi magnet dengan kutub yang sama. hhehe. Please teman-teman, i don’t need other information about him anymore. Please trust me that i can move on. And please, introduce me to other guy. I’m begging you. LOL 😀

Advertisements