Ramadhan 1433 H

Ramadhan tahun ini boleh jadi akan saya kenang seumur hidup, sebagai ramadhan yang paling saya sia-siakan seumur hidup. Dan sekarang di hari terakhir ramadhan, penyesalan saya lebih besar dari penyesalan apapun yang pernah saya alami.

Ramadhan kali ini saya menyandang status baru, bukan sebagai pelajar atau mahasiswa. Saat-saat menjadi pelajar, mungkin ramadhan paling maksimal yang pernah saya jalani. Diisi dengan pesantren kilat; dalam dan luar sekolah, taraweh pun hanya bolong ketika benar-benar ga bisa, bisa khatam alquran, nambah hapalan serta sunah-sunah lainnya.

Saat menjadi mahasiswa, kesan ramadhan jadi berubah. Ramadhan jadi momen yang tepat buat ngedanus. Sibuk bikin takjil buat dijual. Jam kuliah pun ga berkurang, kesempatan melakukan kegiatan rohani pun ga sebanyak dulu. Belum lagi waktu berbuka yang lebih banyak dilakukan di luar rumah.

Dan sekarang ketika saya sudah lulus, seharusnya waktu ibadah saya bisa lebih banyak. Seharusnya, dengan banyaknya kemudahan dan balasan doa-doa saya, saya semakin mendekatkan diri dengan Allah. Tapi apa yang terjadi? Saya malah menyerah dengan lingkungan saya.

Di bulan ini, saya memasuki fase baru dalam hidup saya; teman-teman baru, lingkungan baru, dunia baru. Pengalaman baru ini memang menyenangkan, saya jadi belajar hidup mandiri. Tapi ga pernah saya bayangkan ini semua akan saya jalani dengan teman-teman yang sangat jauh berbeda dengan saya. Saya lupa bahwa ga selamanya orang-orang yang ada di sekitar saya punya latar belakang dan prinsip yang sama. Saya harusnya belajar memegang prinsip dan bangga akan itu. Saya malah melunak. Bagaimana caranya mencoba tidak terbawa arus dengan berpegangan pada tongkat yang disembunyikan sendiri?

Saya malu dengan progres ramadhan kali ini. Ekspetasi saya jauh berlawanan dengan hasilnya. Dan penyesalan terbesar datang hari ini, di hari terakhir ramadhan.

Semoga saya masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan tahun depan. Ketika saya membaca tulisan ini, tidak boleh ada penyesalan lagi. Apapun keadaan dan lingkungan saya nanti, saya tidak boleh menyia-nyiakan ramadhan lagi.

Eid Mubarak everyone! Mohon maaf lahir dan batin 🙂

Advertisements