Updates from December, 2010 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Anita S W 7:17 am on December 20, 2010 Permalink | Reply
    Tags: book, movie,   

    The Tale of Desperaux 

    Hello yellow everyone! It’s already the fourth week on December, and it’s means holiday. Holiday means doing all my favourite things, yeaahh! One of my favourite activities is watching a movie. The film that twitch me is The Tale of Desperaux, a heavenly fantasy movie. But like no other fairy tale, the story is more complicated, full of life lesson quotes, and beautiful arrangement of words. When i tried to find out more about the movie, i found the fact that The Tale of Desperaux is based on the book by Kate DiCamillo. yes, now i’m dying to read the book.

    I’d really love to write the reviewed about the book or the film, but i’m not such a good writer, i guess. haha.. It’s been recorded in my mind, the scenes, the narator, the character. But i’m afraid those won’t flow into a beatiful word. Maybe i can tell you only a little synopsis about the stroy.

    Despereaux, a mouse banished to the dungeon by his family and other mice, falls in love with Princess Pea, who is grieving over the death of her mother, who died of shock upon seeing Chiaroscuro the rat in her soup. Chiaroscuro is bent on a mission of revenge directed toward the princess and the jailer (Gregory), and he uses Mig, a cauliflower-eared servant to enact his revenge.

    The first thing what i loved about the tale, is the narator. I loved how the narrator of the story addresses the reader. How the meaningful quote brought without feeling heavy at all. It’s such a light word, but to understand it, you have to hear it again and again. You have to watch the movie, not only with your eyes and ears, but with your heart.

    The other thing that i loved is the lesson from the movie. It’s can changes your perspective about life. The meaning of life, a broken hearted-man, how to treat people, the conflict in the dark side. It’s teach me that no such things like darkside and lightside. Because the evil is a “human” too, have a heart and hope. I loved the character too, even the main perspective is coming from the mice or mouse, but it’s so humanity.

    I recomended you a five stars for The Tale of Desperaux! for both movie and fim.  hoho..

    This slideshow requires JavaScript.

    Here it is, i give you some of my favourite quote, enjoy!

    “Reader, you must know that an interesting fate (sometimes involving rats, sometimes not) awaits almost everyone, mouse or man, who does not conform.”

    “But, reader, there is no comfort in the word ‘farewell’, even if you say it in French. ‘Farewell’ is a word that, in any language, is full of sorrow. It is a word that promises absolutely nothing.”

    “Reader, do you think that it is a terrible thing to hope when there is really no reason to hope at all? Or is it (as the soldier said about happiness) something that you might just as well do, since, in the end, it really makes no difference to anyone but you?”

    “The story is not a pretty one. There is violence in it. And cruelty. But stories that are not pretty have a certain value, too, I suppose. Everything, as you well know (having lived in this world long enough to have figured out a thing or two for yourself), cannot always be sweetness and light.”

    “Forgiveness, reader, is, I think, something very much like hope and love, a powerful, wonderful thing.
    And a ridiculous thing, too.
    Isn’t it ridiculous, after all, to think that a son could forgive his father for beating the drum that sent him to his death? Isn’t it ridiculous to think that a mouse could ever forgive anyone for such perfidy?
    But still, here are the words Desperaux Tilling spoke to his father. He said, ‘I forgive you, Pa.’
    And he said these words because he sensed that it was the only way to save his own heart, to stop it from breaking in two. Desperaux, reader, spoke those words to save himself.”

    “Reader, nothing is sweeter in this sad world than the sound of someone you love calling your name. Nothing.”

    “And the smell of soup crashed through his soul like a great wave, bringing with it the memory of light, the chandelier, the music, the laughter, everything, all the things that were not, would never, could never be available to him as a rat.”

    “So sometimes it doesn’t take much for your dreams to come true, you just have to be able to see it that way.”

    “When your heart breaks it can grow back crooked. It grows back twisted and gnarled and hard.”

    “The story said she was a prisoner but that wasn’t totally true because she had hope and whenever you have hope, you’re never really anybody’s prisoner”

    “Of course, destiny is a funny thing. We go out to meet it and we don’t always know that we are.”

    “The meaning of life is suffering, especially the suffering of others.”

    Advertisements
     
  • Anita S W 10:19 am on September 30, 2010 Permalink | Reply
    Tags: bandung, kritik   

    Good Citizen, Good Government 

    Dari sekitar bulanlalu, saya melihat sesuatu yang berbeda di jalanan Kota Bandung. Tepatnya di jalan Aceh, saya melihat jalanan disebelah kiri sudah dicat berwarna biru selebar 1m. Saat saya bertanya kepada adik saya, “Ini buat apa sih aspalnya pake dicat?”, adik saya juga ternyata tidak tahu jawabannya.Dan semakin banyak jalanan yang berwarna biru sekarang, di jalan dago, burangrang, dll.

    Ketika dua minggu lalu saya menonton berita di stasiun tivi lokal, diberitakan bahwa ternyata marka jalan tersebut merupakan jalur untuk sepeda. HUAW! Yang membuat saya kaget adalah, jalur tersebut tidaklah sama sekali mirip untuk jalur sepeda. haha. Tapi sebenernya saya lebih banyak senang dan bangga. Ini merupakan bentuk riil dari kesadaran pemerintah untuk mengatasi global warming. Sekali lagi, HUAW!

    Tapi yang bikin saya kecewa saat menonton berita di tivi tersebut adalah di bagian endingnya. Sang reporter malah terkesan mengkritik keras pemerintah untuk program jalur sepeda ini. Jalurnya ga jelas lah, banyak kehalangin mobil lah, kurangnya sosialisasi lah. Intinya bahwa program ini belum sempurna dan tujuan pemerintah ga akan tercapai. What!?!!

    Saya jelas-jelas ga setuju dengan berita tersebut. Saya memang bukan orang yang cinta pemerintah atau penggemar politik. Tapi saya ga suka sama orang yang bersikap apatis dan kerjaannya cuman mengkritik pemerintah. Bener-bener ga suka.

    Coba yah kalau pemerintah ga melakukan proyek-proyek, pasti warga-warga-nya ribut karena mempertanyakan larinya uang rakyat. Tapi kalau pemerintah udah bikin proyek-proyek yang berguna untuk masyarakat, kayak jalur sepeda, perbaikan jalan, ataupun trans metro bandung, semuanya pasti cuman dikritik dengan alasan proyek yang dibuat belum sempurna. Yaiyalah, mana ada sesuatu yang sempurna. Yang membuat semuanya menjadi lebih indah hanyalah perspektif kita untuk melihat sesuatu dari sisi positifnya.

    Saya pengen tau apa aja sih yang udah dilakuin warga-warga yang suka demontrasi atau ngomel itu. Apa mereka udah bener-bener ngebantu pemerintah, mendukung dengan cara yang riil? Bukan hanya membantu dengan kritik yang membangun? Kalau ada yang mengkritik tentang pemberdayaan anak jalanan, apa mereka sudah pernah benar-benar turun ke jalan untuk mengayomi anak jalanan tersebut? Apabila ada yang mengkritik mengenai rusaknya jalan, apakah mereka juga tidak marah-marah kalau jalanan jadi macet kalau ada perbaikan jalan?

    Mungkin tidak ada orang yang benar-benar sangat mendukung pemerintah, karena memang kenyatannya banyak proyek atau program yang masih banyak cacatnya. Tapi apa salahnya untuk menjadi warga negara atau warga kota yang baik? Warga yang senantiasa mengambil hal positif dari apa yang dikerjakan pemerintah. Warga yang senantiasa tidak hanya menilai tetapi ikut andil dalam pekerjaan pemerintah. Warga yang tidak hanya melemparkan kritik tetapi juga bisa menghadiahkan pujian dan dukungan.

    Saya percaya apapun kegiatan positif yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan yang baik pula. Berlipat-lipat ganda. Begitu juga sebaliknya. Tidak perlu takut apa yang kita lakukan terlalu kecil sehingga tidak akan berpengaruh pada dunia, karena Allah Tuhan Yang Maha Adil pasti akan membalas perbuatan kita. Biar Allah yang mengubah keadaan bila kita sudah berusaha untuk mengubahnya. Biar Allah yang menjadikan Indonesia menjadi negara yang baik bila kita sudah berusaha menjadi warga yang baik.

    Saya sangat bersemangat loh program jalur sepeda ini, saya berharap bulan-bulan berikutnya jalanan Kota Bandung bisa dipenuhi oleh sepeda-sepeda. Pasti seru! hahaha.. Great Job Pemkot! 😀

     
  • Anita S W 5:37 pm on September 23, 2010 Permalink | Reply
    Tags: horror, smp2   

    (Bukan) cerita mistik 

    Saya sedang amat sangat ingin menulis, tapi ga ada inspirasi. Ayo dong inspirasi sapa saya. Saya sudah cukup ber-blog waking semalaman, sampai rasanya jemari sudah gatal  ingin mengotori halaman ini lagi. Enaknya cerita apa dong tengah malam gini?

    Yang pasti apapun yang akan saya tulis, ga akan berhubungan dengan sesuatu yang bertitel horror. Plis. Saya benar-benar ga suka dengan hal yang begituan. Bukan karena saya termasuk orang sangat pemberani, atau orang yang sangat realistis sampai-sampai ga percaya hal begituan. Tapi karena saya termasuk orang yang penakut, sangat penakut.

    Jangan harap akan menemukan saya sedang menonton film horror. Jangan harap dapat pergi jurit malam dengan saya. Jangan harap mendengar cerita horror dari saya. Dan jangan harap saya mau mendengar cerita horor dari Anda. Tolong, jangan paksa saya.

    Bukannya saya ga percaya, saya benar-benar percaya loh dengan adanya berbagai makhluk yang berasal dari dunia antah berantah. Tapi saya ga punya pengalaman khusus dengan hal begituan. Dan ga pernah pengen. Naudzubillahhimindzalik ya Allah jangan sampe deh.. Padahal banyak orang-orang terdekat saya yang pernah mengalami pengalaman-pengalaman mistik yang sebut saja, ajaib. Tapi ga pernah berhasil ngebuat saya tertarik buat mencari tahu lebih dengan pengalaman-pengalaman tersebut.

    Contohnya saja, beberapa bulan lalu, sekitar puluhan siswa SMPN 2 Bandung mengalami kesurupan massal. Katanya sih gara-gara mereka main jelangkung di salah satu kelas paling angker disana. Dan berhubung saya merupakan alumnus dari sekolah bersangkutan dan saya pernah belajar selama satu tahun di kelas yang emang terkenal ajaib itu, saya ngerasa siswa-siswa itu kok bodoh banget. Udah tau emang kelasnya punya suasana ga ngenakin, yang memang saya akui sedikit freak keadaan disana, kenapa pake maen hal yang ga biasa? err… dasar anak muda.

    Begitulah saya terhadap hal-hal yang bernuansa ajaib, percaya tapi ga suka.

    Tapi dirasa-rasa, serem juga nih sendirian di tengah malam yang sepi ini. Tidaakkk…. Sebaiknya saya segera beranjak ke tempat tidur dan berharap bertemu dengan inspirasi yang tersembunyi di alam bawah sadar saya. CIAO!

     
  • Anita S W 9:36 am on September 12, 2010 Permalink | Reply  

    Mari berkaca sebelum memberi kaca 

    Siang tadi saya membaca sebuah postingan terbaru di blog teman saya.  Dan menurut saya ada sesuatu yang lucu disana walaupun isi postingannya bukanlah sesuatu yang bersifat humor ataupun lawakan. Justru isi postingannya adalah sesuatu yang serius, yaitu berisi kritikannya tentang suatu fenomena. Lalu dimana letak lucunya? Karena menurut saya, sekali lagi, mungkin hanya menurut saya kritikannya itu lebih cocok untuk ditujukan kepada dirinya sendiri daripada untuk orang lain.

    Naudzubillahhimindzalik ya Allah. Saya ga pengen kejadian itu terjadi kepada saya. Saya ga pengen ketika apa yang saya bicarakan malah menjadi bumerang yang kembali lagi ke muka saya. Apalagi kalau itu bersifat sesuatu yang mengkritik atau lebih buruknya lagi menghina orang lain, padahal diri kita sendiri mungkin tidak lebih baik daripada orang yang kita hina. Mungkin maksud dari teman saya itu baik, yaitu untuk berbagi pemikirannya dan mengingatkan orang lain, tapi apa salahnya bila kita berkaca dahulu sebelum memberi kaca kita kepada orang lain.

    Dari kejadian ini saya bisa mengambil suatu hikmah, yaitu bahwa saya harus lebih berhati-hati dalam berbicara ataupun menulis, lebih cerdas dalam berpikir, dan yang terpenting adalah untuk tidak berhenti memperbaiki diri karena kita tidak akan pernah bisa lebih baik daripada orang lain. Satu hal lagi yang bisa saya lakukan adalah mendoakan teman saya itu agar dia bisa sadar bahwa sebaiknya Ia menuruti saran-saran yang Ia tulis sendiri. Karena ketika saya ingin mengingatkannya dengan menulis sebuah komen, ternyata blog nya tidak dilengkapi dengan aplikasi itu. Hahaha.. please don’t be so critical if you can’t be critized.

     
  • Anita S W 4:15 pm on September 10, 2010 Permalink | Reply
    Tags: Indonesia, Islam, keluarga   

    Menjadi Indonesia dengan bermudik 

    Ada satu budaya yang membuat saya bangga menjadi bangsa Indonesia, yaitu budaya mudik saat hari raya Idul fitri tiba. Karena ritual mudik bukanlah hal yang tercantumkan dalam Al Quran atau Al Hadits, wajar saja bila ini hanya ada di Indonesia. Dan menurut saya, mudik itu Indonesia banget.

    Hari ini merupakan hari raya Idul Fitri 1431H, dan seperti kebiasaan keluarga saya dari tahun ke tahun, saya bersilaturahmi ke rumah nenek saya di Garut. Hari pertama lebaran akan saya habiskan di rumah nenek dari keluarga ayah, sedangkan pada hari kedua kami akan menerima saudara-saudara dari keluarga Ibu. Walaupun kami harus melewati jalan yang penuh kemacetan saat mudik ataupun harus membereskan rumah yang seperti kapal pecah setelah open house, tapi kami sekeluarga selalu excited saat hari lebaran tiba.

    Saya yakin kebiasaan keluarga saya tidak akan berbeda jauh dengan kebiasaan kebanyakan masyarakat Indonesia. Bahkan mungkin sebagian besar akan mudik beberapa hari sebelum hari lebaran tiba dan punya kampung halaman yang lebih jauh daripada sekedar Bandung-Garut. Setahu saya hanya di Indonesia yang punya kebiasaan mudik ataupun open house untuk silaturahmi. Di negara-negara lainnya, bahkan di negara muslim lainnya, mereka hanya melakukan perayaan Idul Fitri sebatas shala Ied saja. Bukannya saya ingin mengesampingkan pentingnya shalat Ied, tapi bisa dibilang mudik bisa menambah kentalnya atmosfir lebaran. Ditambah dengan kebiasaan saling bermaaf-maafan, bertukar kartu ucapan, mengirimkan ratusan sms, akan terus mengingatkan kita untuk mebersihkan hati dan kembali kepada fitrah-Nya. Bahkan ucapan Minal aidzin wal faidzin itu hanya ada di Indonesia, dan tidak mempunyai arti dalam bahasa arab. Sungguh budaya yang luar biasa kuat!

    Sayangnya, dengan kebiasan mudik ini pula, banyak pula korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Padahal mungkin ratusan korban tersebut telah berniat baik untuk mudik, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi. Semoga saja setiap tahun korban kecelakaan saat bermudik dapat terus berkurang dengan melakukan persiapan yang benar sebelum bermudik. Dan tentunya dengan berbagai persiapan yang dilakukan oleh pemerintah juga.

    Dengan mudik, saling bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan, saya dapat merasakan betapa kuatnya persaudaraan umat muslim di Indonesia. Saya bisa dapat merasakan bahwa kita telah sampai di hari kemenangan dan memulai kehidupan kita dengan pribadi yang telah suci dan lebih baik daripada sebelumnya. Saya harap saya masih bisa dipertemukan dengan Ramadhan dan merasakan meriahnya Hari Raya Idul Fitri. Amiin..

    Yes. I’m really proud to be an Indonesian 🙂

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel