Updates from January, 2013 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Anita S W 2:44 pm on January 20, 2013 Permalink | Reply  

    What doesn’t kill you makes you stronger 

    Bulan Januari 2013 belum berakhir tapi cobaan sudah datang silih berganti. Cukup membuat saya terhenyak dan bermuhasabah kembali. Apa salah saya? Apa pesan yang ingin Allah sampaikan? Setelah bergumul dengan diri sendiri, yaa mau bagaimanapun harus ikhlas dengan semua yang terjadi. Yakinlah Allah telah menempatkan saya di jalan terbaik untuk saya.

    Mungkin saya telah memulai tahun 2013 dengan fokus yang salah makanya Allah mengembalikan saya ke track seharusnya. Mungkin Allah ingin mempersiapkan diri dan mental saya untuk ujian-ujian lainnya, seperti ujian apoteker dan cari kerja. Ini mungkin belum seberapa dengan cobaan nanti.

    Harus kuat. Harus ikhlas. Perbaiki diri. Yakin ini yang terbaik.

     
  • Anita S W 6:16 am on December 13, 2012 Permalink | Reply  

    When was your turning point? 

    Pernah ga memikirkan kapan turning point kamu? Tadinya saya ga pernah memikirkannya, sampai saya menemukan pertanyaan itu saat mengisi sebuah form. Turning point means when there’s an action or an event that influence you to takes a turn for the better or for the worse version of you, or changes direction or your point of view. Yaa intinya seperti itu. Setiap orang pasti pernah mengalami turning point, pernah berubah. Mungkin hanya ga semua orang pernah memikirkannya aja. 

    Tiga tahun yang lalu, ketika saya mendapat pertanyaan itu, saya tanpa ragu langsung menjawab dengan satu moment. Tapi kalau sekarang saya diberi pertanyaan yang sama, saya akan memberi jawaban dengan dua moment yang berbeda.

    Waktu kecil saya anak yang sangat pemalu dan tidak punya kepercayaan diri. Apalagi setelah saya harus memakai kacamata minus dari kelas 4 SD. I felt like i’m the ugliest girl in the world. I didnt know much about fashion, how to take care of my self. Terutama setelah masa puber saya datang, jerawat memenuhi muka saya. Saya ga ngerti mesti gimana. Saya jadi orang yang tertutup, pemalu, rendah diri, and there’s nothing that i can be proud of. Saya seringkali menarik diri dari dunia sosial, cenderung mengkotak-kotakan orang lain, sehingga saya ga terlalu punya banyak teman. Masa SD dan SMP itu masa dark age banget pokoknya. 

    Sampai di kelas 1 SMA, saya berteman dengan seseorang sungguh amat saya syukuri saya pernah berteman dengannya. Namanya Mela. Dia cantik, powerfull, pinter, menarik, percaya diri dan sangat supel. Kami, dengan 2 teman lainnya, berteman dekat sampai kami membuat grup dengan nama yang sangat alay. Haha. Melihat Mela yang cantik dan mau berteman dengan siapa saja, membuat saya menjadi bercermin. Apa yang saya takutkan selama ini? Kenapa saya bisa sombong banget ga mau berteman dengan teman-teman yang cantik dan gaul? Siapa tau mereka sebenernya ga masalah berteman dengan siapa saja, saya saja yang menghindar dari mereka. Dengan berteman dengan Mela, saya mendapat kepercayaan diri dan keberanian. Saya juga banyak belajar mengenai komunikasi dan bersosialisasi. Dan akhirnya walaupun perubahan yang terjadi ga drastis, tapi setidaknya point of view saya sudah berubah. Dalam diri saya, saya merasa berubah sangat banyak tanpa merubah tampilan luar saya. Masih bukan pretty girl dan anak gaul.

    Kemudian turning point kedua adalah ketika kurang lebih dua tahun lalu. Ga ada tahun atau bulan yang pasti. Ga ada tokoh tunggal. Ga ada moment spesifik. Justru yang terjadi adalah berbagai moment, masalah, kejadian, dan semua perubahan yang terjadi pada keluarga saya. My small family turned out to be a bigger family. Some strangers are coming. There are adorable baby. My parents getting older and older. Mungkin orang akan berpikir, memang bisa berubah sejauh apa? Saya bisa katakan, sangat jauh berbeda. Bagaimana pandangan saya mengenai pernikahan. Bagaimana perubahan drastis pada kakak-kakak saya. Bagaimana pandangan saya kepada orang tua saya. Bagaimana menyikapi berbagai masalah yang ada. Bagaimana membimbing adik saya. Dan yang terpenting adalah bagaimana tujuan hidup saya.

    Saya yang dulu mungkin hanya terfokus dengan apa yang ingin saya lakukan. Apa mimpi saya, bagaimana meraihnya. Keinginan saya untuk bisa mandiri secepatnya dan lepas dari keluarga saya. Tapi sekarang, yang selalu saya pikirkan adalah mengenai keluarga saya. Ego menjadi luruh dengan sendirinya. Ketika saya harus memilih, saya akan berpikir mana yang terbaik untuk keluarga. Silahkan tanyakan setiap jalan yang saya pilih, pasti there’s some family affair.

    Mungkin ga semua orang menyadari perubahan saya, tapi sekali lagi, point of view saya sangat berubah. I turned out to be a really different person for these 2 years. Perubahan bisa jadi baik atau buruk. Selain jadi orang berbeda, saya rasa saya juga berubah jadi orang yang lebih baik. Amiin.

    So, when was your turning point? 🙂

     
  • Anita S W 4:11 pm on October 24, 2012 Permalink | Reply  

    Clueless 

    Emang sih nemuin jati diri itu ga gampang. Tapi jangankan jati diri, passion diri sendiri aja saya masih clueless. Karena ga punya tujuan yang jelas, jadinya segala kesempatan diambil cuman buat pengen tau rasanya kayak apa. Serabutan.

    Saya pernah magang di apotek, walaupun cuman sebentar tapi lumayan jadi tau rasanya kayak apa kerja di dalem apotek begitu. Butuh rasa pengabdian yang tinggi kalau mau kerja di apotek dan rumah sakit. Butuh mental yang kuat untuk bisa ngejalanin pekerjaan yang penuh tekanan begitu. Ga deh, saya ga mau kerja di pelayanan.

    Lalu saya pun mengambil magang lagi di Instansi pemerintah, tepatnya di bidang regulasi obat dan makanan. Pekerjaannya jauh lebih santai. Lingkungannya pun cukup menyenangkan. Tapi ada satu dan beberapa hal yang membuat saya tersadar dan berpikir seribu kali untuk mau jadi pegawai negeri sipil.

    Kemudian saya mengambil magang lagi di industri farmasi yang (ternyata) merupakan BUMN. Pekerjaan ini yang paling saya senangi dibanding pengalaman saya sebelumnya. Pekerjaannya tidak terlalu santai, tapi tidak penuh tekanan. Lingkungannya sangat menyenangkan. Jenjang karir pun terbuka. Tetapi saya kemudian tersadar, jalan saya menuju industri tidak akan semudah itu. Saya lulusan Farmasi Klinik dan mengambil apoteker dengan peminatan Pelayanan Farmasi. Nah loh, dapet ilmu tentang industri darimana. Latarbelakang saya kurang mendukung ternyata. Sedih.

    Tapi dari semuanya, satu kesamaan yang saya rasakan, yaitu bekerja itu membosankan. Haha. Memulai hari senin itu rasanya berat banget. Hari rabu rasanya satu-satunya hari yang produktif. Kamis dan jumat rasanya juga udah mikirin akhir minggu. Begitu terus tiap minggu. Belum lagi kalau pekerjaannya duduk terus, bikin encok badan. Mata pun cape liat komputer terus. Kalau udah ngerasa kayak gitu, rasanya pengen cepet balik ke dunia perkuliahan aja.

    Saya sempat berpikir, mungkin passion saya itu yaa di dunia akademis. Apa nanti ambil S2 aja? Terus lanjut S3? Haha. Baru pemikiran saja, belum keinginan dari hati. Tapi memang kuliah itu menyenangkan. KIta bisa bebas menentukan kapan kita mau masuk kuliah atau tidak. Kita punya waktu lebih banyak untuk diri kita sendiri, keluarga, dan teman-teman. Kita punya kesempatan luas untuk mengembangkan diri sendiri. Kebebasan.

    Lalu saya jadi berpikir, yang lebih bebas lagi itu yaa wirausaha. Itu baru kebebasan sesungguhnya. Sayang, saya ga punya bakat dan minta di bidang itu. Sudah genetik sepertinya, ayah dan ibu saya juga ga berminat dengan wirausaha. Tiap jual beli, yang ada kalau beli kemahalan, kalau jual kemurahan. Rugi mulu. Pengen sih suatu saat bisa berwirausaha, yaa minimal punya apotek sendiri lah. Amiin.. Tapi suruh orang lain yang kerja. Hahaha..

    Ayoo masih ada waktu setahun lagi untuk mencari tahu apa yang ingin saya lakukan setelah lulus jadi apoteker. Sekarang mari kita kerahkan seluruh kemampuan dan konsentrasi ke dunia perkuliahan dulu. Semoga bisa lulus dulu dalam 1 tahun saja, Amiin yaa Rabbal Alamin 🙂

     

     

     

     
  • Anita S W 12:04 pm on August 27, 2012 Permalink | Reply  

    Culun Sedunia 

    What’s new about me? Lot of things

    Pertama; Saya baru pindahan rumah *wow*and i have my own room! haha. i’ll talk about it later.

    Dan kedua, belum lama saya merasakan rumah baru, saya sudah harus pergi dari Bandung untuk magang di sebuah BUMN di Cibitung.

    Sebenarnya saya sudah menjalani magang selama 2 minggu, tapi selama ini saya selalu sekamar dengan junior saya di kampus yang kebetulan lagi magang juga. Setelah lebaran ini karena junior saya sudah menyelesaikan program magangnya, saya harus nge-kos sendirian for the first time in my life! wooow!

    Sebenarnya saya sudah pernah beberapa kali harus tinggal lama di luar rumah, tapi ga pernah sendirian. Waktu saya ke Pare, saya ngekos bareng teman saya. Begitu pula saat magang di Jakrta, saya sekamar dengan teman saya. So, last night was my first time being a single figher. Hahaha lebay.

    Ya maklum lah, dari kecil ampe gede, di Bandung muluk. Dan orang tua saya ngejaga saya banget; alias protektif. Jadi di umur segini pengalaman mandirinya dikit banget. Padahal temen-temen saya udah ada yang ke Jepang atau Belanda sendirian, sedangkan saya? baru dikasih kepercayaan ampe Cibitung saja.. *sigh*. Wajar kan kalau saya super excited dan super dag-dig-dug. cupu sekali. yaa silahkan tertawa hahaha. Namanya juga definisi kemandirian tiap orang beda hehe *ngeles*

    So, bagaimana hasil “malam pertama”nya? Parah. Saya ga bisa tidur. Seumur-umur baru sekarang, saya benar-benar ga bisa tidur walaupun ngantuk. Dari jam 11 saya berusaha tidur, baru sekitar jam 2 lebih saya bisa tidur, itu pun ga nyenyak. Ga berasa tidur sama sekali. Saya itu orang yang ga pernah bisa begadang; apapun itu occasion-nya. Mau ada ujian apaan, mau seminar, atau sidang, semalem-malemnya saya tidur itu ya jam 1. Dan saya itu orang yang paling bisa tidur dimana aja; nyenyak pula. Hingga kemarin malam. Huhuhuu..

    Bangun-bangun tuh mata merah dan kepala berat. Saya panik dari pagi hingga sekarang; bisa tidur ga ya malam ini dan malam-malam selanjutnya? Aaaa~ Saya baru sadar, saya benar-benar culun; lebih culun dari orang paling culun yang pernah kamu kenal 😦

    Please, wish me a ton of lucks!

     

     
  • Anita S W 12:14 pm on August 23, 2012 Permalink | Reply  

    Happy Ied Mubarak 1433H 

    image

    Lebaran pertama Athifa Zerina Kamil

    image

    “Hoaaeemm”

    image

    Me and “Dede utun”

    image

    Me 😉

    image

    My “bigger” sister :p

    image

    Dede utun’s family

    image

    Kembang Sriwenda :p

    image

    Cheers 😀

    image

    Nin dan Abah

    image

    “Raawrrr”

    image

    Gotcha! hahahaa :))

    image

    Family Time! :*

     
  • Anita S W 12:01 am on August 18, 2012 Permalink | Reply  

    Ramadhan 1433 H 

    Ramadhan tahun ini boleh jadi akan saya kenang seumur hidup, sebagai ramadhan yang paling saya sia-siakan seumur hidup. Dan sekarang di hari terakhir ramadhan, penyesalan saya lebih besar dari penyesalan apapun yang pernah saya alami.

    Ramadhan kali ini saya menyandang status baru, bukan sebagai pelajar atau mahasiswa. Saat-saat menjadi pelajar, mungkin ramadhan paling maksimal yang pernah saya jalani. Diisi dengan pesantren kilat; dalam dan luar sekolah, taraweh pun hanya bolong ketika benar-benar ga bisa, bisa khatam alquran, nambah hapalan serta sunah-sunah lainnya.

    Saat menjadi mahasiswa, kesan ramadhan jadi berubah. Ramadhan jadi momen yang tepat buat ngedanus. Sibuk bikin takjil buat dijual. Jam kuliah pun ga berkurang, kesempatan melakukan kegiatan rohani pun ga sebanyak dulu. Belum lagi waktu berbuka yang lebih banyak dilakukan di luar rumah.

    Dan sekarang ketika saya sudah lulus, seharusnya waktu ibadah saya bisa lebih banyak. Seharusnya, dengan banyaknya kemudahan dan balasan doa-doa saya, saya semakin mendekatkan diri dengan Allah. Tapi apa yang terjadi? Saya malah menyerah dengan lingkungan saya.

    Di bulan ini, saya memasuki fase baru dalam hidup saya; teman-teman baru, lingkungan baru, dunia baru. Pengalaman baru ini memang menyenangkan, saya jadi belajar hidup mandiri. Tapi ga pernah saya bayangkan ini semua akan saya jalani dengan teman-teman yang sangat jauh berbeda dengan saya. Saya lupa bahwa ga selamanya orang-orang yang ada di sekitar saya punya latar belakang dan prinsip yang sama. Saya harusnya belajar memegang prinsip dan bangga akan itu. Saya malah melunak. Bagaimana caranya mencoba tidak terbawa arus dengan berpegangan pada tongkat yang disembunyikan sendiri?

    Saya malu dengan progres ramadhan kali ini. Ekspetasi saya jauh berlawanan dengan hasilnya. Dan penyesalan terbesar datang hari ini, di hari terakhir ramadhan.

    Semoga saya masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan tahun depan. Ketika saya membaca tulisan ini, tidak boleh ada penyesalan lagi. Apapun keadaan dan lingkungan saya nanti, saya tidak boleh menyia-nyiakan ramadhan lagi.

    Eid Mubarak everyone! Mohon maaf lahir dan batin 🙂

     
  • Anita S W 12:17 am on July 17, 2012 Permalink | Reply  

    Single and Very Happy 

    Setelah Juli lalu Agustus, dan di Agustus 2012 ini saya genap sudah 2 tahun melajang *ceilah*. Tapi saya yakin semua teman- teman saya di farmasi, ga ada yang menyadari fakta itu. Kenapa? Karena mereka semua tetap bersikap layaknya saya baru jadian kemarin sore.

    Pacar saya yang dulu itu cukup terkenal di kalangan temen-temen saya. Serius. Bahkan mungkin yang ga tau nama aja, bakal tetep tau jurusannya atau wajahnya. Mereka punya kebiasaan, selalu memberitahu saya kalau ada informasi tentang si dia. Saya ga pernah meminta mereka, entah siapa yg memulai, tapi yang jelas kebiasaan itu masih ada hingga 2 tahun putus padahal jadian hanya 1 tahun. Amazing.

    Mulai dari hal yang kecil, kayak ketemu di jalan, ketemu di kantin, atau seangkot; mereka akan langsung sms atau cerita ketika bertemu saya. Sampai hal yang ekstrim; mengirim foto dia lagi jalan lewat bbm, meng-sms ketika dia ganti profile picture fb, atau mengucapkan selamat lewat sms dan bbm ketika dia terpilih menjadi pejabat di kampus.

    Dan yang terbaru adalah ketika hari wisuda kemarin. Tiba-tiba teman saya memanggil saya, “Ne, buka hal 41a buku wisuda!”. Ternyata di halaman itu tercantumkan namanya dalam daftar prestasi. Dan dengan sekejap berita itu menyebar di barisan teman-teman saya. Untung saja namanya ga disebut oleh rektor, saya pastikan seluruh teman-teman saya akan bertepuk tangan dengan senang hati. Doh.

    Lalu seperti saya perkirakan, besoknya teman-teman saya menanyakan, “dikasih apa sama dia?”. Padahal saya cuman dikasih selamat doang. Mereka ga ada yang percaya kalau di hari wisuda itu dia bukan PW (Pendamping Wisuda) saya dan saya ga punya PW. Hhuhuu..

    Begitulah nasib saya, single tapi ga pernah dianggep single. Hubungan saya dengan dia sebenarnya memang baik-baik saja, tapi bukan macam hubungan yang seperti orang-orang pikirkan. Biasa ajaaa beneran. Ga ada sms setiap hari, ga ada perhatian yang khusus, ga ada ketemuan secara intens. Makin hari pun rasanya makin jauh.

    Ketika saya menanyakan ke teman-teman saya alasan mereka, rasanya alasannya memang masuk akal. Hubungan saya dan dia itu bagaikan besi dan magnet. Saya adalah besi yang akan selalu tertarik oleh magnet dengan mudahnya. Tapi memang sayangnya saya tidak dapat menariknya. Dan teman-teman saya bisa melihat itu. Mereka melihat bagaimanapun akan selalu ada sesuatu di antara kami.

    Anggapan teman-teman memang tidak sepenuhnya salah. Tapi sayangnya hubungan saya dan dia ga akan pernah berhasil sampai saya bisa berubah menjadi magnet berlawanan kutub dengannya. Until he can lean on me, he can trust me, and he needs me.*curhat* hahaha.

    Dan sebenarnya saya sudah berubah menjadi lebih tangguh loh teman-teman. Stronger than ever. Sedikit demi sedikit sekarang saya sudah berubah menjadi magnet juga, tetapi magnet dengan kutub yang sama. hhehe. Please teman-teman, i don’t need other information about him anymore. Please trust me that i can move on. And please, introduce me to other guy. I’m begging you. LOL 😀

     
  • Anita S W 1:59 am on July 15, 2012 Permalink | Reply  

    My Graduation Day 

    image

    Pertama dan terakhir kalinya saya dikasih bunga itu kalau ga salah 3 tahun yang lalu, itu pun karena yang ngebeliin ditodong buat beli danus-an temen saya. Makanya sekarang dikasih bunga sampe 2 vas banyaknya itu rasanya seneeeeng banget hahaha.

    Makasih yaaa Iceng, yang masih inget janjinya dlu. Sungguh surprise yang menyenangkan di pagi hari 🙂

    Makasih yaaa KPA ITB dan Cha, yang walaupun udah lama ngilang dan banyak bolos latihan menjelang wisuda tetep ngasih bunga. Makasih buat semua penampilan, kesabaran, dan ucapan selamatnya. Semoga saya bisa menjadi alumni yang berbakti 😀

    Makasih yaa SF08, terutama FKK08 atas bunganya. SEMANGAT OCTOPUS! 😀

    Makasih yaa Satya yang udah repot-repot dari beberapa hari sebelumnya dan setia nungguin saya, dila, dan amon. SEMANGAT APRIL SAT! 😀

    Makasih yaa Gumi atas ucapan dan dukungannya selama ini. SEMANGAT NOVEMBER GUM! 😀

    Makasih yaa Rizki dan Sabri serta  teman-temannya, maaf sempet kejatuhin bunganya. hhuehehe 😀

    Makasih yaa semua teman-teman HMF; ade, tiqo, irma, shaffi, bang zul, chitra, dini, yunisa, dan lain-lain yang tidak disebutkan satu-satu. Makasih buat semua bunga dan ucapannya. Makasih udah diurusin buat syukwis dan arak-arakannya. Semoga HMF jaya dan selalu dan sukses di bidang akademis! Yeaaahh 😀

    Makasih yaa Teh Peka atas bunga dan ucapannya. Cups :*

    Makasih buat Mela dan Shella atas ucapan dan dukungannya. Sayang kalian ga bisa dateng. hhuhuu. Semangat dan sukses untuk kalian. Smooch :*

    Dan terakhir, beribu-beribu ucapan terimakasih buat Bapak, Mamah, dan Oci dan setia dari pagi hingga arak-arakan beres. Makasih udah bersedia bermacet-macetan, riweuh, pahibet, banyak antrian.hhuhuu ngerasa berdosa. Makasih terutama buat Bapak udah nyempetin dari Surabaya ke Bandung di tengah kesibukannya, sayang tetep ga sempet liat pelantikan dan prosesi salam-salamannya. Dan maaf ga bisa jadi cum laude hhuks. Maafkan saya yang tidak berprestasi ini. Mudah-mudahan kelulusan ini cukup membahagiakan semuanya sementara dulu. Mohon bersabar dan berdoa terus hingga saya bisa sukses, membahagiakan dan membanggakan semua keluarga. Amiin..

    Makasihh dan makasih dan makasiih buat semuanyaaaa :* :* :*

     
  • Anita S W 3:51 pm on June 22, 2012 Permalink | Reply  

    Anita Suci Wulanda S.Farm 

    Dari dulu target saya untuk lulus adalah di wisuda Oktober. Ga ada motivasi buat lulus cepet-cepet. Apa yang dikejar? Cuman jadi pengangguran doang sebelum apoteker. Tapi Allah punya rencana sendiri, dengan berbagai keajaibanNya, saya bisa mendapatkan gelar itu dibelakang nama saya.

    Semua terasa bergerak sangat cepat. Tiba-tiba pesanan enzim saya datang sebulan lebih cepat. Terus tiba-tiba dosen saya memaksa saya buat ikut wisuda juli. Walaupun saya harus ngelembur di lab, harus pergi ke lembang untuk nitip pengujian sampel, harus dimarahin dosen hampir tiap minggu karena ga beres-beres kerjaanny, akhirnya seminggu sebelum seminar data TA bisa beres.

    Saya pun memasuki masa ragu dan bingung. Kenapa saya mesti buru-buru? Kenapa mesti capek-capek dengan memaksakan maju seminar dengan data yang masih abal dan kurang? Gimana saya mempertanggungjwabkan di depan dosen-dosen nanti? Tapi ga ada alasan untuk mundur di depan dosen saya. Saya cuman selalu ngeluh dan nyaranin buat ga ngejar lulus juli ke teman-teman saya yang lain. Capek.

    Kemudian tepat 3 hari sebelum seminar, ayah saya masuk rumah sakit. Kondisi kesehatan ayah saya memang sudah menurun beberapa tahun kebelakang, tapi ga pernah saya bayangkan kalau saya bakal membuat makalah seminar dan presentasi seminar di rumah sakit. Dari situ saya seperti ditampar Tuhan.Berbagai kemudahan sudah diberikan, kenapa tetap ga bisa semangat dan ikhlas. Apakah kamu bisa memastikan ayah atau ibu kamu masih ada umur untuk menyaksikan kamu diwisuda. Apakah kamu sudah cukup berbakti kepada kedua orangtuamu. Akhirnya saya menemukan motivasi saya untuk mengejar wisuda juli, yaitu kondisi ayah saya. Mungkin karena itu juga Allah memberikan sinyal-sinyal lewat kemudahan yang Dia berikan.

    Tetapi setelah saya sadar dan bersemangat, justru saya mendapat banyak halangan. Tepat seminggu sebelum sidang, saya dimarahi habis-habisan oleh dosen saya dan diminta untuk mundur karena pengetahuan saya dirasa masih kurang dan buku TA saya belum beres. Saya bingung, galau, stres, dan panik. Hampir saya mundur lagi. Tapi akhirnya berkat dukungan ibu saya akhirnya alhamdulillah tetep maju, buku TA saya bisa selesai, dan bisa dapet persetujuan dosen H-3 sidang. Hahahaha. Gila. Belajar cukup 3 hari aja. Jauh ketinggalan dibanding dengan teman-teman lainnya. Tapi saya percaya, kalau niat kita baik dan ada rezekinya, pasti ga akan kemana kok. Rezeki tiap orang itu berbeda dan sudah diatur.

    Alhamdulillah, ternyata walaupun ga semua pertanyaan bisa dijawab, dan itu kebanyakan hasil karangan semua, tapi saya tetap bisa tenang. Mungkin karena saya udah kebal kali yah biasa dimarahin dosen pembimbing. Gila yah, tekanan selama setahun oleh dosen saya ngalahin tekanan 45 menit oleh 7 dosen. Luaarr biasaaa.

    Maafkan saya ya teman-teman yang pernah saya buat khawatir dengan semua kegalauan saya, Dyah Umareni, mbak Mita, kak Laras, dan Shella Puspita. Maafkan saya atas semua sms berisi kepanikan dan bikin khawatir itu. hahahaha..

    Terimakasih kepada semuaaaaanyaaaaaa yang kalau saya ucapkan satu-satu ga akan cukup diketik untuk malam ini. Cupcupcupmuaahh :*

     
  • Anita S W 4:41 pm on May 26, 2012 Permalink | Reply  

    The Tale of Xanthine Oxidase Part 1 

    Seperti yang sering saya singgung di post-post sebelumnya, saya sekarang sedang menempuh tahun terakhir sebagai mahasiswa S1 dan lagi hectic-hectic nya ngejalanin Tugas Akhir a.k.a TA. Kalau mau nyeritain tentang TA saya tuh kayaknya ceritanya bakal panjaaaang bgt, seriously. Kalau pake bahasa gaul anak jaman sekarang, TA Saya ngelawan mainstream *halah*

    Jadi dimulai dari awal tahun 2011, ceritanya saya punya senior di FKK (Farmasi Klinik dan Komunitas), sebut saja namanya Kak Laras. Kakak saya yang satu ini ngambil TA di KK Biologi Farmasi (tentang bahan alam dan teman-temannya). Suatu hari tidak sengaja saya mendengar salah satu teman Saya, Uci, menjadi TA Helper Kak Laras. Entah kenapa hati saya tergerak untuk ikutan membantu, yaa sekalian nambah pengetahuan lah yaa.. Dan Saya berhasil mengajak my best partner in crime, Dyah, untuk ikut juga. Akhirnya kami bertiga menjadi TA helper kak Laras.Tapi waktu itu saya belum tertarik untukk TA disitu juga.

    Kemudian tiba di pertengahan Juni, saya harus mengambil matakuliah TA dan memilih satu KK, diantara Farmakologi, Farmaseutika, Farmakokimia, dan Biologi Farmasi. Dan sebagai mahasiswa FKK, saya mendapat satu keuntungan, yaitu dapat memilih TA bukan di laboratorium a.k.a TA kering. Wow! Asik banget kan, bisa tinggal ambil data, 2 bulan beres, tinggal olah data, analisis, voila! No need trial and error atau optimasi metode. Sluurp.

    Tapi, sebagai mahasiswa yang penuh idealisme *ceilah*, saya memilih untuk TA di laboratorium. Whaat? Padahal saya adalah anak FKK yang bahkan setiap praktikum cuman ketawa-ketiwi, ngerjain dengan asal, dan jam terbang yang rendah. Beda banget sama anak STF (Industri Farmasi) yang emang kerjaannya praktikum tiada henti. Tapi mau gimana lagi, daripada harus ngeliatin tulisan dokter di rekam medik atau nguber-nguber orang buat kuesioner, lebih baik saya bertahan di kampus dengan orang-orang yang udah saya kenal juga. Kalau harus ngurusin perizinan, berurusan ama birokrasi. haduuh maak..

    Selain alasan minat, yaa itu tadi ada alasan idealisme. Dulu alasan saya mau milih farmasi adalah frame bahwa farmasis itu scientist banget, pake jas lab, kerjaannya di laboratorium. Tapi karena saya masuk FKK dan ga berhasil dapet kesan itu, makanya di tahun terakhir ini, saya pengen banget mewujudkan impian itu. Saya pengen bisa nulis judul TA yang panjang dan gaul, penuh dengan istilah aneh, sampai orang lain ga ngerti. Saya pengen hasil TA saya itu bener-bener bisa berguna untuk masyarakat *ceilah*. Tapi idealisme tetaplah sebuah idealisme, sekarang yang ada hanyalah penyesalan, KENAPA DULU GA AMBIL TA KERING AJA? KENAPAA?? KENAPAAA??  #penyesalanNo.1. Akan saya ceritakan nanti kenapa bisa berujung seperti itu *sigh*.

    Lalu sekarang harus memilih KK. Lagi-lagi Saya memilih jalan tidak biasa, yaitu Biologi Farmasi. Sebagai anak FKK, matakuliah yang berasal dari KK itu cuman 1/5 dari semua matakuliah FKK. 2/5 nya adalah dari KK Farmakologi. Gila kan. Ilmu saya tentang tumbuhan tuh kayaknya dangkaaal banget. Terus kenapa ga ambil Farmakologi aja? Karena kalau saya ambil TA di laboratorium di farmakologi, it means harus main-main ama tikus, mencit, kelinci, atau hewan-hewan lainnya. Iyuuh.. No way. Ga mau. Ora iso. Teu tiasa. Pokoknya ga mau aja. Dan akhirnya setelah melewati berbagai pertimbangan, saya berani memilih KK biologi farmasi, Dan yang pada akhirnya akan menjadi #penyesalanNo.2

    Topik yang saya ambil berhubungan dengan enzim. Dulu waktu praktikum, saya pernah ngitung aktivitas enzim. Rasa-rasanya lancar-lancar aja, cepet pula. Tapi akhirnya akan menjadi #penyesalanNo..3. Udah mahal banget, ga stabil lagi. hhuhuhu..

    Bener aja kan cerita tentang TA saya itu panjaaaang banget, dan ini baru menceritakan perjalanan awal saya, Post selanjutnya saya akan menceritakan tentang TA dan penyesalan-penyesalan saya. Haha. Catch u later! 🙂

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel