Menjadi Indonesia dengan bermudik 

Ada satu budaya yang membuat saya bangga menjadi bangsa Indonesia, yaitu budaya mudik saat hari raya Idul fitri tiba. Karena ritual mudik bukanlah hal yang tercantumkan dalam Al Quran atau Al Hadits, wajar saja bila ini hanya ada di Indonesia. Dan menurut saya, mudik itu Indonesia banget.

Hari ini merupakan hari raya Idul Fitri 1431H, dan seperti kebiasaan keluarga saya dari tahun ke tahun, saya bersilaturahmi ke rumah nenek saya di Garut. Hari pertama lebaran akan saya habiskan di rumah nenek dari keluarga ayah, sedangkan pada hari kedua kami akan menerima saudara-saudara dari keluarga Ibu. Walaupun kami harus melewati jalan yang penuh kemacetan saat mudik ataupun harus membereskan rumah yang seperti kapal pecah setelah open house, tapi kami sekeluarga selalu excited saat hari lebaran tiba.

Saya yakin kebiasaan keluarga saya tidak akan berbeda jauh dengan kebiasaan kebanyakan masyarakat Indonesia. Bahkan mungkin sebagian besar akan mudik beberapa hari sebelum hari lebaran tiba dan punya kampung halaman yang lebih jauh daripada sekedar Bandung-Garut. Setahu saya hanya di Indonesia yang punya kebiasaan mudik ataupun open house untuk silaturahmi. Di negara-negara lainnya, bahkan di negara muslim lainnya, mereka hanya melakukan perayaan Idul Fitri sebatas shala Ied saja. Bukannya saya ingin mengesampingkan pentingnya shalat Ied, tapi bisa dibilang mudik bisa menambah kentalnya atmosfir lebaran. Ditambah dengan kebiasaan saling bermaaf-maafan, bertukar kartu ucapan, mengirimkan ratusan sms, akan terus mengingatkan kita untuk mebersihkan hati dan kembali kepada fitrah-Nya. Bahkan ucapan Minal aidzin wal faidzin itu hanya ada di Indonesia, dan tidak mempunyai arti dalam bahasa arab. Sungguh budaya yang luar biasa kuat!

Sayangnya, dengan kebiasan mudik ini pula, banyak pula korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Padahal mungkin ratusan korban tersebut telah berniat baik untuk mudik, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi. Semoga saja setiap tahun korban kecelakaan saat bermudik dapat terus berkurang dengan melakukan persiapan yang benar sebelum bermudik. Dan tentunya dengan berbagai persiapan yang dilakukan oleh pemerintah juga.

Dengan mudik, saling bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan, saya dapat merasakan betapa kuatnya persaudaraan umat muslim di Indonesia. Saya bisa dapat merasakan bahwa kita telah sampai di hari kemenangan dan memulai kehidupan kita dengan pribadi yang telah suci dan lebih baik daripada sebelumnya. Saya harap saya masih bisa dipertemukan dengan Ramadhan dan merasakan meriahnya Hari Raya Idul Fitri. Amiin..

Yes. I’m really proud to be an Indonesian 🙂