Kampung Inggris yang Tak Terlupakan 

Saya benar-benar bangga dengan liburan saya kali ini. Dihabiskan di desa Tulung Rejo, Kecamatan Pare, Kediri. Tempat yang biasa dikenal dengan sebutan Kampung Inggris. Tempat dimana saya bisa bebas berbahasa Inggris dimanapun kapanpun pada siapapun, tanpa perlu merasa canggung atau malu dengan grammar asal-asalan.

Tapi saya bangga bukan karena pada akhirnya saya bisa fasih berbahasa Inggris. Saya bangga karena telah bertemu teman-teman hebat dari seluruh penjuru negeri. Ada Rubita, yang cantik luar biasa dan ternyata lulusan D3 terbaik IPB dan sekarang menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Ekstensi FKM UI. Ia punya cita-cita menjadi Menteri Kesehatan Indonesia. Eny Rofiatul, seorang akhwat yang punya pandangan modern tentang Islam. Kak Lingga, Mantan Wakil Ketua BEM FE UI 2010, yang ingin melanjutkan studi di Australia dan punya pandangan luas tentang Indonesia. Kak Dwi, seorang childish yang ternyata punya kedewasaan tingkat tinggi dan pengalaman dkeliling dunia. Kak Nia dan Ayya yang aktif di LSM dan punya jaringan di seluruh penjuru dunia. Afi yang model Tanjung Pinang. Kak Emma yang ingin melanjutkan studi di Inggris. Dan masih banyak lagi teman-teman hebat lain yang tidak bisa saya sebutkan.

Saya banyak berdiskusi mengenai akademis dengan Rubita, hidup dalam Islam dengan Eny, cara menjalani sebuah hubungan dengan Kak Dwi. Saya menjadi tahu bagaimana cara harus bersikap dan mengerti arti sebuah teman dari Dyah. Dan selalu terinspirasi oleh semua teman-teman disini.

Pribadi saya tidak akan sama setelah liburan ini. Liburan ini tidak akan berarti tanpa kepergian ke Pare. Dan Pare tidak akan semenyenangkan ini tanpa teman-teman semua. Thank you for the amazing experience! 🙂

This slideshow requires JavaScript.

 

Advertisements